Menurut Bloomberg Businessweek, transaksi mencurigakan yang terdeteksi di pasar prediksi kripto—termasuk Kalshi dan Polymarket—mencapai sekitar 200 juta dolar AS pada paruh pertama 2026, berdasarkan analisis atas sekitar 34.000 transaksi yang terdeteksi oleh Polysights. Taruhan yang terkait geopolitik dan perang menjadi pendorong utama, dengan taruhan terkait Iran memuncak pada akhir Februari. Transaksi yang terdeteksi menunjukkan keuntungan yang sangat terkonsentrasi: 1% teratas dompet yang meraih keuntungan memperoleh lebih dari setengah dari seluruh keuntungan, dan 57% dari dompet-dompet tersebut dibuat dalam waktu 24 jam sebelum perdagangan. Sebanyak 71% dari transaksi yang terdeteksi didanai melalui bursa kripto yang diatur di AS.
Sejumlah kasus telah memicu penyelidikan, termasuk seorang prajurit AS yang dituduh menggunakan rahasia militer untuk meraih keuntungan lebih dari 400 ribu dolar AS di Polymarket, serta personel pasukan cadangan Israel yang didakwa melakukan taruhan atas peristiwa terkait Iran menggunakan intelijen rahasia. Goldman Sachs telah melarang karyawannya untuk memperdagangkan pasar prediksi, dan Senat AS telah melarang anggota serta staf untuk berpartisipasi.