Tether Bermitra dengan Pemerintah Georgia untuk Meluncurkan Stablecoin GELT

Tether berencana memperkenalkan GELT, stablecoin yang didukung mata uang lari Georgia dan dikembangkan dengan dukungan dari pemerintah Georgia. Inisiatif ini menempatkan Georgia sebagai salah satu negara pertama yang mengintegrasikan mata uang nasional secara langsung ke infrastruktur keuangan berbasis blockchain dalam kerangka regulasi khusus.

  • Poin-poin Utama:
    • Tether akan meluncurkan GELT, stablecoin lari Georgia yang didukung oleh kerangka kripto Georgia tahun 2026.
    • Georgia bertujuan menyelaraskan aturan GELT dengan standar U.S. GENIUS Act dan hukum stablecoin global.
    • Tether memperluas kiprahnya di luar USDT saat Georgia mendorong pertumbuhan pembayaran berbasis blockchain dan keuangan digital.

Georgia Memposisikan Diri sebagai Pusat Kripto Lewat Kemitraan Stablecoin Tether

Tether sedang bersiap meluncurkan stablecoin yang terikat dengan lari Georgia bekerja sama dengan Pemerintah Georgia, menandai salah satu upaya paling ambisius sejauh ini untuk menempatkan mata uang nasional langsung ke infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.

Token baru tersebut, dengan merek GELT, adalah representasi digital dari mata uang nasional Georgia dan dikembangkan dalam kerangka regulasi yang secara khusus dirancang untuk stablecoin dan aset digital.

Inisiatif ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam keuangan global, ketika pemerintah dan institusi keuangan semakin mengeksplorasi bagaimana sistem pembayaran berbasis blockchain dapat memodernisasi transaksi lintas negara, remitansi, dan infrastruktur settlement.

Tether mengatakan GELT akan mendukung transaksi yang lebih cepat dan berbiaya lebih rendah, sekaligus memungkinkan pembayaran yang dapat diprogram dan pergerakan nilai yang lebih efisien di sistem keuangan digital. Peluncuran ini juga menegaskan ambisi Georgia yang terus meningkat untuk memposisikan diri sebagai pusat regional inovasi aset digital.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Georgia dan Bank Nasional Georgia telah memperkenalkan kerangka kerja komprehensif untuk aset digital yang ditujukan untuk menarik bisnis kripto lewat kepastian regulasi. Aturan stablecoin negara tersebut selaras dengan standar internasional yang berkembang, meliputi pengelolaan cadangan, hak penebusan, kontrol anti pencucian uang, serta pengawasan penerbit.

Yang penting, otoritas Georgia menyatakan kerangka kerja tersebut akan mempertahankan kompatibilitas dengan legislasi stablecoin AS yang terus berkembang, termasuk ketentuan yang terkait dengan GENIUS Act yang diusulkan. Penyelarasan ini dapat menempatkan Georgia di antara yurisdiksi pertama yang berupaya melakukan interoperabilitas langsung dengan regulasi aset digital AS di masa depan.

Perdana Menteri Georgia Irakli Kobakhidze menggambarkan kemitraan itu sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun sistem keuangan yang lebih terhubung dan terintegrasi secara digital.

Bersama dengan mitra visioner seperti Tether, Georgia sedang meletakkan fondasi bagi dunia keuangan yang lebih terhubung, transparan, dan diberdayakan secara digital.

Stablecoin USDT milik Tether saat ini memiliki kapitalisasi pasar mendekati $190 miliar, dengan volume perdagangan yang sering kali menyaingi atau melampaui jaringan pembayaran tradisional. Peran perusahaan yang terus meluas dalam pembayaran digital global semakin menarik perhatian dari pemerintah yang tengah mengeksplorasi infrastruktur moneter berbasis blockchain.

“ Stablecoin bukan lagi instrumen keuangan ceruk,” kata CEO Tether Paolo Ardoino dalam sebuah pernyataan. “Mereka sedang menjadi bagian dari lapisan infrastruktur untuk keuangan global.”

Bank Nasional Georgia telah mendukung inisiatif tersebut, dengan memposisikannya sebagai bagian dari strategi untuk memodernisasi infrastruktur keuangan sambil tetap menjaga keselarasan regulasi internasional.

Georgia telah menjadi salah satu yurisdiksi yang lebih aktif untuk pembayaran terkait kripto dan eksperimen berbasis blockchain. Saat ini, negara tersebut mengizinkan pembayaran pajak tertentu lewat sistem yang secara instan mengonversi aset digital menjadi mata uang lokal.

Meski rincian tambahan mengenai peluncuran GELT dan struktur teknisnya belum diungkapkan, proyek ini menunjukkan bagaimana stablecoin semakin bergerak keluar dari pasar yang berdenominasi dolar dan masuk ke sistem mata uang berdaulat.

Bagi Tether, langkah ini memperluas pengaruhnya di luar pasar kripto sektor swasta dan lebih jauh ke infrastruktur keuangan yang terkait negara. Bagi Georgia, ini merupakan taruhan yang diperhitungkan bahwa keuangan berbasis blockchain dapat memperkuat posisinya sebagai gerbang regional antara perbankan tradisional dan ekonomi digital.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar