
Kementerian Keuangan AS mengonfirmasi dalam pernyataan pembiayaan kembali triwulanan pada 6 Mei bahwa pihaknya berencana meningkatkan saldo Rekening Umum Departemen Keuangan (TGA) menjadi sekitar 900 miliar dolar AS pada akhir Juni, dan menjadi sekitar 1 triliun dolar AS pada akhir Juli (naik-turun 50 miliar dolar AS). Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa level ini sejalan dengan kebijakan saldo kas jangka panjangnya; terutama karena pada bulan Juli diperkirakan akan terjadi arus dana keluar yang besar.
Pembiayaan kembali kuartal Mei: ukuran penerbitan yang dikonfirmasi dan jadwal lelang
Berdasarkan pernyataan pembiayaan kembali triwulanan yang dirilis oleh Wakil Asisten Menteri Keuangan AS Brian Smith pada 6 Mei 2026, Kementerian Keuangan akan menerbitkan surat utang negara senilai 125 miliar dolar AS, untuk melunasi sekitar 83,3 miliar dolar AS obligasi negara yang dimiliki pihak swasta dan akan jatuh tempo pada 15 Mei, dengan perkiraan penarikan dana segar sekitar 41,7 miliar dolar AS dari investor swasta.
Penerbitan kali ini mencakup 58 miliar dolar AS untuk obligasi tenor 3 tahun, 42 miliar dolar AS untuk obligasi tenor 10 tahun, dan 25 miliar dolar AS untuk obligasi tenor 30 tahun; masing-masing lelang dijadwalkan pada 11, 12, dan 13 Mei, dengan penyelesaian pada 15 Mei. Kementerian Keuangan juga mengonfirmasi bahwa pada kuartal Mei hingga Juli 2026, pihaknya akan mempertahankan ukuran lelang yang ada untuk obligasi kupon nominal dan obligasi berkupon mengambang.
Rencana buyback dan penerbitan surat utang: detail operasional kuartal yang dikonfirmasi
Rencana buyback kuartal yang dikonfirmasi untuk Mei hingga Juli 2026 meliputi: pembelian hingga 38 miliar dolar AS untuk sekuritas yang tidak aktif guna mendukung likuiditas, serta pembelian hingga 25 miliar dolar AS untuk sekuritas tenor 1 bulan hingga 2 tahun guna pengelolaan kas.
Terkait penerbitan surat utang (Bills): Kementerian Keuangan berencana menambah ukuran penerbitan T-bill acuan jangka pendek dalam beberapa minggu mendatang, dengan menerbitkan CMB jangka pendek pada akhir Mei; pada bulan Juni, rencana akan sedikit memangkas ukuran lelang karena perkiraan dampak pembayaran pajak penghasilan perusahaan pertengahan bulan; pada bulan Juli, rencana adalah secara bertahap meningkatkan ukuran lelang T-bill untuk berbagai tenor. Selain itu, waktu penyelesaian lelang penerbitan ulang obligasi 20 tahun disesuaikan mulai 16 Juni 2026 menjadi hari Jumat pada pekan lelang, bukan penyelesaian di akhir bulan semula.
FAQ
Bagaimana dampak TGA yang ditambah hingga 1 triliun dolar AS terhadap likuiditas pasar?
TGA adalah rekening kas yang disimpan Kementerian Keuangan di Federal Reserve. Ketika Kementerian Keuangan menerbitkan obligasi negara dan menempatkan hasilnya ke TGA, dana tersebut keluar dari bank komersial atau reksa dana pasar uang, sehingga secara langsung mengurangi likuiditas yang tersedia di sistem keuangan. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar terutama mengimbangi efek penarikan likuiditas yang disebabkan pengisian TGA melalui saldo instrumen reverse repo (RRP) milik Federal Reserve (pernah mencapai lebih dari 2,5 triliun dolar AS); tetapi saldo RRP saat ini telah turun menjadi kurang dari 100 miliar dolar AS, sehingga ruang penyangga menyempit secara signifikan. Artinya, pengisian TGA di masa depan kemungkinan besar akan lebih langsung mengonsumsi cadangan bank komersial.
Mengapa Kementerian Keuangan menetapkan target TGA 1 triliun dolar AS pada akhir Juli?
Berdasarkan pernyataan pembiayaan kembali triwulanan, target 1 triliun dolar AS mencerminkan kebijakan saldo kas jangka panjang Kementerian Keuangan; terutama karena pada bulan Juli diperkirakan terjadi arus dana keluar yang besar (termasuk pembayaran bunga obligasi negara dan puncak pengeluaran musiman lainnya). Mempertahankan saldo kas yang memadai adalah praktik standar bagi Kementerian Keuangan untuk menghadapi kebutuhan likuiditas yang bersifat mendadak. Rentang target adalah 1 triliun dolar AS dengan deviasi 50 miliar dolar AS, yang menunjukkan fleksibilitas pelaksanaan yang masuk akal.
Apa dampak penularan pernyataan pembiayaan kembali terhadap aset kripto seperti Bitcoin?
Pengisian TGA menimbulkan tekanan pada aset kripto melalui jalur berikut: pengisian TGA menarik likuiditas dari pasar → cadangan bank menyusut → preferensi risiko secara keseluruhan turun → aset berisiko termasuk Bitcoin menghadapi tekanan arus keluar dana. Mekanisme penularan ini efeknya terbatas ketika saldo penyangga RRP masih cukup, tetapi dalam kondisi saat ini ketika RRP telah turun menjadi kurang dari 100 miliar dolar AS, efek pengetatan likuiditas bisa menjadi lebih langsung.