Berita Gate: pada 10 April, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa jika perundingan damai dengan Iran gagal, kapal-kapal angkatan laut AS sedang memuat “amunisi paling mumpuni” dan “senjata paling canggih, dengan performa terbaik” untuk bersiap melancarkan kembali serangan militer terhadap Iran. Ketika Trump membuat pernyataan tersebut, Wakil Presiden AS Vance sedang dalam perjalanan menuju Islamabad, untuk bertemu dengan Witkow dan Kushnar guna melakukan perundingan damai. Ketika ditanya apakah ia yakin perundingan akan berhasil, Trump dalam wawancara telepon mengatakan: “Kira-kira dalam 24 jam kita akan tahu. Kita akan segera tahu.” Trump mengatakan: “Kami sedang memuat kapal-kapal perang dengan amunisi paling mumpuni dan senjata paling canggih, dengan performa terbaik—bahkan lebih baik daripada yang sebelumnya kami gunakan, dan yang sebelumnya sudah kami kalahkan. Jika kami tidak mencapai kesepakatan, kami akan menggunakannya, dan kami akan menggunakannya dengan sangat efektif.” Trump juga meragukan komitmen Iran: “Anda berhadapan dengan orang-orang yang kami tidak tahu apakah mereka berkata benar atau tidak. Di hadapan kami, mereka mengatakan mereka akan menyerahkan semua senjata nuklir, semuanya sudah hilang. Lalu mereka pergi ke media dan berkata, ‘Tidak, kami ingin melakukan pengayaan uranium.’ Jadi kita akan mencari tahu.”
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke
Penafian.
Artikel Terkait
Rencana Militer AS untuk Naik dan Menyita Kapal yang Terkait Iran di Perairan Internasional
Pejabat militer AS mengumumkan rencana untuk naik kapal dan menyita kapal yang terkait Iran di perairan internasional, menandai eskalasi operasi yang menargetkan aset maritim Iran di luar Timur Tengah.
GateNews5menit yang lalu
Iran Melaporkan 3.468 Kematian dalam Konflik AS-Israel, Daftar Resmi Diperbarui
Yayasan Urusan Martir dan Veteran Iran telah melaporkan 3.468 korban personel Iran dalam konflik AS-Israel, menurut Ketua Mousavi dan media pemerintah.
GateNews5menit yang lalu
Jaksa Agung Ukraina Mengklasifikasikan Penembakan di Kyiv sebagai Serangan Teroris
Jaksa Agung Ukraina Irina Kravchenko mengumumkan bahwa penembakan di Kyiv telah diklasifikasikan sebagai serangan teroris, sehingga memicu proses pidana berdasarkan hukum nasional. Investigasi masih berlangsung.
GateNews6menit yang lalu
Wakil Menteri Luar Negeri Iran: Tanggal untuk Putaran Berikutnya Pembicaraan AS Masih Belum Ditentukan
Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengkritik AS karena mengirim pesan yang tidak jelas mengenai perundingan, menunjukkan bahwa tidak ada tanggal tertentu untuk pembicaraan mendatang yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa terserah orang Amerika untuk menilai legalitas pernyataan-pernyataan tersebut.
GateNews10jam yang lalu
Mantan PM Inggris Liz Truss Secara Terbuka Mendukung Bitcoin sebagai Alat untuk Melawan Penggerusan Nilai Mata Uang
Mantan Perdana Menteri Inggris Liz Truss mengkritik arah ekonomi Britania, dengan mengutip pajak dan regulasi yang tinggi. Ia menganjurkan Bitcoin untuk melawan penggerusan nilai mata uang (currency debasement) dan sedang menyelenggarakan sebuah konferensi untuk mempromosikan gerakan kedaulatan dan kebebasan.
GateNews11jam yang lalu
Militer AS Menerapkan Blokade di Pelabuhan Iran, Memaksa 23 Kapal Berbalik
Komando Pusat AS mengumumkan blokade maritim terhadap kapal yang memasuki dan meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Iran, yang menyebabkan 23 kapal mematuhi perintah dan berbalik sejak operasi dimulai.
GateNews11jam yang lalu