Menurut laporan resmi ARMA, pada 27 Juni, Badan Pemulihan dan Pengelolaan Aset Ukraina (ARMA) menerima USDT senilai 8,3 juta dolar AS dalam pengawasan untuk pertama kalinya—sebuah implementasi praktis dari protokol pengelolaan aset digital negara yang baru.
USDT yang disita berasal dari operasi kelompok peretas internasional yang menargetkan individu dan perusahaan di seluruh Eropa dan AS melalui serangan siber berskala besar, pemerasan, dan pencucian uang melalui pembelian real estat dan aset digital. Total kerugian kelompok tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta dolar AS, dengan 11,3 juta dolar AS yang telah dipulihkan hingga saat ini. ARMA menyatakan langkah ini mencerminkan upaya terkoordinasi oleh Biro Investigasi Negara Ukraina dan Kantor Jaksa Agung untuk menegakkan penyitaan aset berdasarkan perintah pengadilan serta menjaga kemampuan pengawasan negara.