Ed Yardeni, presiden Yardeni Research, menegaskan kembali dalam wawancara April 2024 bahwa indeks S&P 500 mencapai titik terendah pada 30 Maret 2024, serta mempertahankan targetnya untuk akhir tahun 2026 sebesar 7,700, menurut komentar yang ia terbitkan. Yardeni menyatakan bahwa fokus investor telah bergeser dari ketegangan geopolitik menuju pendapatan perusahaan dan fundamental ekonomi, menandai perubahan besar dalam sentimen pasar setelah eskalasi ketegangan konflik AS-Iran pada akhir Februari 2024.
Yardeni mencatat bahwa penurunan sekitar 9% dari puncak ke titik terendah pada S&P 500 selaras erat dengan prediksinya sebelumnya mengenai kisaran koreksi 10–15%, sehingga memberikan kredibilitas pada penilaiannya tentang titik terendah, menurut wawancara April-nya. Ia menekankan bahwa pemulihan pasar telah didorong oleh premi risiko geopolitik yang menurun dan membaiknya ekspektasi untuk perundingan gencatan senjata AS-Iran, yang dipercepat pada awal April 2024.
Pemulihan pasar yang lebih luas terlihat sangat menonjol: Indeks Global MSCI memulihkan semua kerugian yang dialami selama periode konflik dan mencapai rekor tertinggi, sementara Nasdaq-100 mencatat kemenangan beruntun selama sepuluh hari, dan dolar AS mengalami rangkaian kekalahan terpanjang sejak 2006, menurut data pasar yang dikutip dalam laporan analis yang diterbitkan pada April 2024.
Yardeni menggambarkan lingkungan pasar saat ini sebagai kondisi di mana investor telah belajar untuk “hidup berdampingan” dengan risiko geopolitik, bukan memperlakukannya sebagai pendorong utama pasar. Ia menyatakan bahwa pasar kini memprioritaskan kinerja finansial perusahaan dan kapasitas pendapatan dibandingkan perkembangan geopolitik yang menjadi sorotan, menurut komentar April-nya.
Perubahan sentimen ini tercermin dalam penempatan institusional: sebuah survei manajer dana global yang dilakukan pada pertengahan April 2024 menunjukkan bahwa konflik geopolitik masih menjadi perhatian risiko ekor teratas selama bulan kedua berturut-turut, namun penetapan harga pasar menyiratkan premi krisis akut yang lebih rendah, menurut data survei yang dikutip oleh institusi keuangan besar.
Pada pertengahan April 2024, Yardeni menyesuaikan posisinya pada saham teknologi “Magnificent 7” dari “underweight” menjadi “market weight” setelah penyesuaian penilaian yang signifikan. Rasio harga terhadap laba kelompok tersebut menyempit dari sekitar 31x menjadi serendah 22x selama penarikan pasar, menurut analisis Yardeni.
Perubahan taktis ini menandai sinyal pertama Yardeni untuk kembali berinteraksi dengan saham teknologi berkapitalisasi besar (mega-cap) sejak Desember 2025, ketika ia mengakhiri rekomendasi overweight selama 15 tahun untuk sektor tersebut. Dalam laporan outlook 2026 yang ia terbitkan pada Desember 2025, Yardeni telah mengutip risiko konsentrasi pasar yang berlebihan, dengan menyatakan bahwa Magnificent 7 mewakili kira-kira 45% dari total kapitalisasi pasar S&P 500. Pada saat itu, ia memperkenalkan istilah “Impressive 493” untuk menggambarkan 493 perusahaan lainnya dalam S&P 500 dan merekomendasikan peningkatan eksposur ke sektor layanan keuangan, industri, dan kesehatan, menurut riset yang ia terbitkan.
Yardeni mempertahankan sikap optimistis jangka panjang terhadap ekonomi AS, dengan membingkai lingkungan saat ini sebagai “Roaring 2020s”—sebuah dekade pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan yang didorong oleh lonjakan produktivitas yang cepat. Ia memproyeksikan bahwa laba per saham perusahaan akan mencapai $350 pada 2027, sehingga mendukung target S&P 500-nya sebesar 7,700 pada akhir 2026 dan potensi tantangan level 10,000 pada akhir dekade, menurut prakiraan yang ia terbitkan.
Bahkan ketika Yardeni menaikkan probabilitas terjadinya crash pasar menjadi 35% pada awal Maret 2024 (dari 20%) awal, ia tetap menyatakan bahwa probabilitas skenario “Roaring 2020s” yang berlanjut berdiri di 60%, jauh melampaui estimasi risiko stagflasi 15% miliknya, menurut laporan riset Maret 2024-nya. Ia menyebut ketahanan ekonomi AS yang ditunjukkan melalui beberapa uji stres sejak pandemi COVID-19, termasuk gangguan rantai pasokan, eskalasi inflasi, dan kenaikan suku bunga, menurut komentarnya.
Meskipun penilaian optimistis Yardeni telah mendapat daya tarik di pasar, tidak semua strategis utama Wall Street sependapat. Michael Hartnett, kepala strategi investasi di Bank of America, berpendapat pada pertengahan April 2024 bahwa indikator penempatan pasar saat ini “belum mencapai level ekstrem bearish yang terlihat pada titik terendah pasar besar baru-baru ini,” menurut analisis yang diterbitkan Bank of America. Tim Hartnett membandingkan empat titik terendah pasar historis—kejutan tarif April 2025, konflik Rusia-Ukraina, crash COVID-19, dan penurunan peringkat utang AS 2011—dan menyimpulkan bahwa indikator sentimen pasar kurang ekstrem dibandingkan periode-periode tersebut, yang menunjukkan bahwa kapitulasi sejati mungkin belum terjadi.
Sebaliknya, para strategis Goldman Sachs memproyeksikan target akhir tahun 2026 untuk S&P 500 sebesar 7,600, didorong oleh ekspansi pendapatan perusahaan yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi moderat, menurut riset yang dipublikasikan Goldman Sachs. Chief Investment Officer Morgan Stanley Michael Wilson mencatat bahwa percepatan pertumbuhan pendapatan perusahaan memberikan perlindungan dari sisi bawah untuk S&P 500, menurut komentar April 2024 Morgan Stanley.
Yardeni mengakui kesadarannya terhadap risiko pasar, dengan menyatakan bahwa sentimen bullish yang berlebihan telah menciptakan ketidaknyamanan tertentu terkait posisi yang terlalu padat. Ia mencatat bahwa fase pasar saat ini melibatkan pembersihan cepat premi risiko geopolitik, dengan lintasan masa depan sangat bergantung pada kemajuan substansial dalam negosiasi AS-Iran, menurut wawancara April-nya.
Variabel risiko utama mencakup potensi kegagalan negosiasi sebelum batas waktu yang disebutkan, risiko gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz yang memengaruhi pasokan energi global, serta kemungkinan pembalikan sentimen yang cepat jika perkembangan geopolitik memburuk secara tak terduga, menurut komentar analis yang diterbitkan pada April 2024.
Q: Kapan Ed Yardeni menyatakan bahwa S&P 500 mencapai titik terendah?
Menurut wawancara Yardeni pada April 2024, ia menyatakan bahwa indeks S&P 500 mencapai titik terendah pada 30 Maret 2024. Ia mencatat bahwa penurunan sekitar 9% dari puncak ke titik terendah selaras dengan prediksi sebelumnya tentang kisaran koreksi 10–15%.
Q: Berapa target harga S&P 500 Yardeni untuk akhir tahun 2026?
Yardeni mempertahankan target akhir tahun 2026 sebesar 7,700 untuk S&P 500, berdasarkan proyeksinya bahwa laba per saham perusahaan akan mencapai $350 pada 2027, menurut prakiraan yang ia terbitkan. Ia juga memproyeksikan potensi tantangan level 10,000 pada akhir dekade berdasarkan skenario “Roaring 2020s” miliknya.
Q: Apakah analis strategis Wall Street lainnya setuju dengan penilaian Yardeni tentang titik terendah pasar?
Pendapat berbeda di antara para strategis utama. Goldman Sachs dan Morgan Stanley sejalan dengan pandangan optimistis Yardeni, dengan Goldman memproyeksikan target S&P 500 sebesar 7,600 untuk akhir tahun 2026 dan Morgan Stanley mencatat bahwa pertumbuhan laba memberikan perlindungan bagi pasar. Namun, Michael Hartnett dari Bank of America berpendapat bahwa indikator penempatan pasar belum mencapai level bearish ekstrem yang biasanya terjadi pada titik terendah pasar besar, menurut analisis Bank of America pada April 2024.