Menurut Guru Club, pada 15 Mei, Dinas Manajemen Darurat Zhejiang merilis dua skenario aplikasi kecerdasan buatan: "AI+Pemantauan dan Peringatan Dini Penambangan" serta "Kecerdasan Berwujud (Komunikasi Pengintaian 1.0)".
Sistem AI+Pemantauan Penambangan ini menangani data keselamatan yang terfragmentasi, penilaian risiko secara manual, dan respons peringatan yang terlambat dengan membangun kerangka pemantauan yang komprehensif dan cerdas agar pengelolaan keselamatan pertambangan beralih dari penanganan pascakejadian ke pencegahan. Solusi Kecerdasan Berwujud mengatasi risiko bahaya di ruang terbatas melalui integrasi AI berwujud, model bahasa besar, komunikasi multi-jaringan, serta sensor serat optik untuk memungkinkan respons darurat yang cepat dan koordinasi penyelamatan.