Virus pertama yang dirancang oleh AI lahir: Stanford menciptakan bakteriofag untuk membunuh E. coli, apakah manusia baru saja membuka kotak Pandora?
Tim dari Universitas Stanford menggunakan AI untuk merancang fag lengkap, membawa perkembangan baru dalam memerangi bakteri resisten obat, tetapi juga memicu tantangan baru dalam regulasi biosafety. (Ringkasan sebelumnya: Tiongkok membuka toko kelontong yang sepenuhnya dioperasikan oleh robot, apakah fiksi ilmiah menjadi kenyataan atau hanya sekadar gimmick?) (Latar belakang tambahan: Bill Gates: Dalam 10 tahun, AI akan menggantikan manusia, bekerja dua hari seminggu bukanlah mimpi, tiga pekerjaan mungkin akan bertahan) Algoritme AI sedang mempercepat masuk ke kedalaman laboratorium. Sebuah tim penelitian dari Universitas Stanford minggu lalu mempublikasikan hasil terbaru mereka di bioRxiv: menggunakan model kecerdasan buatan yang disebut Evo, mereka merancang fag lengkap yang memiliki tingkat infektivitas lebih tinggi daripada virus sejenis di alam, yang dapat menyerang secara tepat bakteri E. coli resisten obat. Ini adalah pertama kalinya kecerdasan buatan menciptakan virus fungsional di tingkat genom, menandai perluasan teknologi dari "menghasilkan teks" ke "menghasilkan kehidupan" dalam sebuah dunia baru, menjatuhkan sebuah kejutan bagi sistem kesehatan dan pasar kapital.