Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini banyak orang masih agak bingung tentang strategi trading short selling, jadi saya ingin berbagi pemahaman saya tentang arti short selling dan pengalaman praktiknya.
Singkatnya, short selling adalah ketika Anda melihat suatu aset akan turun, Anda dapat meminjam aset tersebut dari bursa, menjualnya pada harga saat ini, lalu setelah harga turun, membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah, dan mengembalikannya ke bursa, sehingga mendapatkan selisihnya. Kedengarannya sederhana, tetapi dalam praktiknya risikonya cukup besar.
Saya pernah melihat contoh, misalnya BTC saat harga 10.000 USDC, seorang trader merasa harga akan turun, lalu meminjam 2 BTC dengan margin dan menjualnya. Dua minggu kemudian, harga benar-benar turun ke 7.000 USDC, lalu dia membeli kembali untuk menutup posisi dan mendapatkan selisih 6.000 USDC. Kedengarannya menguntungkan, kan? Tapi masalahnya, bagaimana jika harga berbalik naik? Secara teori, kenaikan tak terbatas, dan kerugian Anda juga bisa tak terbatas.
Jadi, inti dari short selling adalah: leverage adalah pedang bermata dua. Ia bisa memperbesar keuntungan Anda, tetapi juga bisa dengan cepat menghabiskan modal Anda. Saya sudah melihat banyak orang mengalami margin call dan posisi terpaksa ditutup.
Jika Anda benar-benar ingin mencoba, kunci utamanya adalah melakukan riset yang matang. Pertama, pastikan memiliki jaminan yang cukup, lalu pinjam aset yang ingin Anda short, atur stop loss dan take profit. Yang paling penting adalah terus mengikuti perkembangan pasar, jangan gegabah dalam mengambil posisi. Banyak bursa menyediakan alat otomatisasi, seperti fitur pembayaran kembali otomatis, yang bisa membantu mengurangi kompleksitas operasional, tetapi manajemen risiko selalu menjadi prioritas utama.
Saran saya, sebelum melakukan trading secara nyata, latihan dulu di akun demo beberapa kali, agar benar-benar memahami logika dan risiko di balik short selling. Analisis harus akurat, mental harus stabil, dan stop loss harus tegas. Dengan begitu, Anda bisa bertahan lebih lama di pasar yang bergejolak.