Pernah mendaki sampai dua puluh lebih puncak, sekejap turun menyentuh pinggir,
Arah penurunan mulus bak dioles minyak, terus menurun tanpa menoleh.
Pertama tembus delapan belas tanpa penahan, lalu lewati sepuluh seperti air mengalir,
Delapan, lima lewat begitu saja, level tiga dolar pun hilang seketika.
Saat yang lain menghijau, dia malah sendiri memerah, tren membangkang tetap keras kepala,
Dua, satu dolar makin cepat jatuh, saldo menyusut air mata tak terbendung.
Konsensus digembar-gemborkan setinggi langit, janji-janji ternyata cuma fatamorgana,
Grafik K menukik ke lubang tak berdasar, baya
Lihat Asli