Bitcoin sempat turun hingga $59.800 pada 6 Februari, dan meskipun sejak itu telah mengalami rebound, volatilitas tajam masih terjadi di kisaran $70.000.
Berdasarkan data pasar terbaru Gate per 11 Februari, Bitcoin saat ini diperdagangkan di level $67.000, turun 3% dalam 24 jam terakhir, menyoroti ketidakpastian di pasar yang sangat fluktuatif.
Tinjauan Pasar: Volatilitas Tinggi dan Perbandingan Historis
Dalam sebulan terakhir, Bitcoin telah turun 30%, anjlok 45% dari rekor tertinggi sekitar $126.000 pada Oktober 2025.
Per 11 Februari, harga Bitcoin berada di dekat ambang psikologis penting $67.000. Analisis pasar terbaru menunjukkan, apakah Bitcoin mampu bertahan di atas $70.000 akan menjadi indikator utama untuk arah harga jangka pendeknya.
Berbeda dengan bear market sebelumnya, koreksi kali ini tidak dipicu oleh peristiwa sistemik besar atau keruntuhan struktural seperti FTX, Luna, atau Three Arrows Capital. Analis Bernstein menegaskan hal ini, menyebut penurunan saat ini sebagai "bear market terlemah dalam sejarah Bitcoin."
Penyebab Penurunan: Faktor Makro, Kebijakan, dan Sentimen Pasar
Tiga faktor utama mendorong penurunan Bitcoin saat ini:
Faktor politik dan ekonomi makro menjadi kekuatan utama yang menekan aset berisiko. Pada akhir Januari, sebagian pemerintah federal AS mengalami shutdown teknis, meningkatkan kecemasan pasar.
Ketegangan geopolitik dan sentimen risk-off mendorong modal beralih ke aset safe haven tradisional seperti emas dan perak. Akibatnya, Bitcoin—yang kerap dijuluki "emas digital"—tidak mengalami kenaikan harga sepadan, sehingga narasi lindung nilai inflasi pun dipertanyakan.
Ketidakpastian regulasi juga menjadi faktor signifikan. Legislasi struktur pasar kripto AS, CLARITY Act, mengalami penundaan berulang dalam proses peninjauannya. Probabilitas pengesahan undang-undang ini turun tajam dari 80% di awal Januari menjadi sekitar 50%, sehingga ekspektasi pasar pun melemah.
Apakah Bear Market Sudah Setengah Jalan? Sinyal Pasar dan Perbedaan Pandangan Ahli
Data prediction market menunjukkan para trader memperkirakan probabilitas 70% Bitcoin akan turun di bawah $60.000 pada Februari, 53% kemungkinan turun di bawah $57.500, dan 21% peluang tembus di bawah $50.000.
Sebagian analis menilai pasar mulai membentuk titik bawah. Ed Engel, analis Compass Point, menyatakan, "Pasar kripto berada pada tahap awal pembentukan bottom," merujuk pada kerugian investor terealisasi sebesar $10 miliar pekan lalu—tertinggi kedua sejak Juni 2022.
Analis Glassnode, Chris Beamish, mencatat bahwa skor BTC MVRV Z telah terkompresi ke level terendah sejak Oktober 2022. Secara historis, level ekstrem seperti ini sering kali menandai zona bottom bear market.
Namun, pandangan bearish juga patut diperhatikan. Michael Burry, sosok nyata di balik "The Big Short," memperingatkan jika Bitcoin turun di bawah $50.000, para penambang bisa menghadapi kebangkrutan dan terpaksa melikuidasi cadangan Bitcoin mereka. Manajer investasi Michael Burry juga menekankan bahwa penurunan Bitcoin di bawah $73.000 memperlihatkan rapuhnya pondasi aset ini.
Pendiri 10X Research, Markus Thielen, memperkirakan Bitcoin masih bisa turun lebih jauh, bahkan berpotensi menyentuh level $50.000.
Perspektif Jangka Panjang: Dukungan Struktural dan Transformasi Industri
Meski menghadapi tekanan jangka pendek, dukungan struktural jangka panjang Bitcoin tetap kokoh.
Analis Bernstein berkomentar, "Kita sedang menyaksikan narasi bear market terlemah dalam sejarah Bitcoin." Mereka memandang penurunan kali ini lebih sebagai "krisis kepercayaan" ketimbang keruntuhan struktural.
Tim Bernstein kembali menegaskan pandangan bullish jangka panjang mereka terhadap Bitcoin, dengan target harga akhir tahun 2026 di $150.000. Co-founder Fundstrat, Tom Lee, juga memprediksi Bitcoin akan mencetak rekor tertinggi baru pada akhir Januari 2026.
Perlu dicatat, artikel Gate yang membahas prediksi Tom Lee menyoroti bahwa meski Lee tetap optimis terhadap awal 2026, riset internal Fundstrat memperkirakan Bitcoin bisa terkoreksi ke kisaran $60.000–$65.000 pada paruh pertama tahun tersebut.
Di tengah penurunan pasar yang lebih luas, beberapa sektor tetap berkembang. Prediction market, tokenisasi real-world asset (RWA), dan stablecoin masih menarik investasi. Sebagai contoh, dalam sebulan terakhir, sektor stablecoin mencatat pendanaan dan investasi lebih dari $500 juta.
Total nilai pasar aset dunia nyata yang ditokenisasi kini mencapai sekitar $15,54 miliar, menegaskan tren berkelanjutan membawa aset dunia nyata ke blockchain.
Prospek: Peluang di Tengah Volatilitas
Melihat kondisi pasar saat ini, investor disarankan tetap waspada namun tidak terjebak pesimisme berlebihan. Wintermute mencatat bahwa dibandingkan siklus sebelumnya, infrastruktur industri kripto kini lebih solid, adopsi stablecoin terus meningkat, dan minat institusi meski sempat tertahan, belum benar-benar hilang.
Bursa kripto Gate menawarkan beragam alat trading dan produk manajemen risiko untuk membantu investor memanfaatkan peluang di pasar volatil. Tim analis Gate secara aktif memantau dinamika pasar, memberikan insight yang profesional dan tepat waktu bagi para pengguna.
Analis Bernstein menyoroti bahwa ketika kondisi pasar membaik, perhatian institusi bisa kembali dengan cepat. Mereka memperkirakan, seiring ketidakpastian makro mereda dan arah kebijakan The Fed semakin jelas pada paruh kedua 2026, pasar kripto berpotensi memasuki fase pertumbuhan baru.
Saat ini, aset kripto diperdagangkan pada rentang valuasi rendah, yang dapat menjadi peluang bagi alokasi modal jangka panjang. Ketika sentimen pasar mulai pulih dari titik terendah, proyek dan institusi yang memperkuat infrastruktur selama masa koreksi akan berada pada posisi terbaik untuk berkembang di siklus berikutnya.
Kesimpulan
Pergerakan harga Bitcoin tampak mulai berbeda dari ekspektasi pasar tradisional. Berdasarkan data prediction market, para trader kini memperkirakan peluang 70% Bitcoin akan turun di bawah $60.000 bulan ini.
Namun, di balik pesimisme tersebut, terdapat pergeseran besar dalam struktur pasar Bitcoin—berbeda dengan bear market sebelumnya, tidak ada keruntuhan sistemik ala FTX, tidak ada penularan luas, dan tidak ada krisis fundamental industri.
Saat Bitcoin kembali menembus di bawah ambang psikologis $70.000, total kapitalisasi pasar kripto turun ke $2,66 triliun. Pasar masih mencari titik keseimbangan, dan setiap koreksi besar menjadi langkah penting menuju kedewasaan industri.


