Grant Cardone merencanakan IPO 2026 untuk perusahaan properti berbasis Bitcoin, menggunakan pendapatan sewa untuk membeli Bitcoin dan mendiversifikasi aset.
Investor miliarder Grant Cardone telah mengumumkan rencana untuk membawa perusahaan properti berbasis Bitcoin-nya go public pada tahun 2026.
Perusahaan ini bertujuan menggabungkan investasi properti tradisional dengan kepemilikan Bitcoin, menciptakan model bisnis hibrida. Cardone berencana menggunakan pendapatan sewa dan depresiasi properti untuk membeli Bitcoin, meniru strategi yang digunakan oleh perusahaan seperti MicroStrategy.
Pendekatan ini menandai perusahaan pertamanya yang terdaftar secara publik dan menunjukkan kepercayaan dirinya terhadap pasar properti dan cryptocurrency.
Visi Cardone untuk IPO Properti Berbasis Bitcoin
Visi Grant Cardone untuk IPO properti berbasis Bitcoin dibangun atas penggunaan aset properti untuk mendanai pembelian Bitcoin.
Perusahaan berencana menghasilkan arus kas melalui pendapatan sewa dan depresiasi properti, menggunakannya untuk membeli Bitcoin secara rutin. Pada akhir 2026, tujuan Cardone adalah mengumpulkan 3.000 BTC, dengan rencana mencapai 10.000 BTC melalui beberapa dana.
MILIARDER GRANT CARDONE MERENCANAKAN IPO 2026 : UNTUK Membangun PERUSAHAAN PROPERTI TERBESAR DI DUNIA $BTC
Grant Cardone mengatakan dia akan membawa perusahaan properti + Bitcoin hibrida go public pada 2026, menggunakan arus kas dari properti untuk terus membeli BTC – mirip MicroStrategy, tetapi didukung oleh… pic.twitter.com/hGXQLa5bJC
— CryptosRus (@CryptosR_Us) 31 Desember 2025
Strategi Cardone menggabungkan properti dengan Bitcoin bertujuan mengurangi volatilitas, menyediakan arus kas yang stabil sambil mendiversifikasi ke aset digital.
Perusahaan ini telah mengamankan lebih dari 1.000 BTC di kasnya, menunjukkan komitmennya terhadap model hibrida.
Sumber pendapatan yang stabil dari properti ini akan mendukung pembelian Bitcoin, menciptakan struktur yang andal untuk bisnis tersebut.
Dengan menggunakan arus kas properti untuk mendukung investasi Bitcoin, Cardone berharap membuat Bitcoin lebih mudah diakses oleh investor tradisional.
Model ini juga membantu mengurangi sebagian volatilitas harga Bitcoin, menawarkan cara yang lebih stabil untuk mengakumulasi aset digital.
Pendekatan ini membedakan bisnis Cardone dari perusahaan lain, memadukan dua industri untuk menarik beragam investor.
Dampak Pasar dan Daya Tarik Investor
IPO properti berbasis Bitcoin ini dapat membuka jalur baru bagi investor properti dan cryptocurrency.
Investor properti tradisional yang berhati-hati terhadap Bitcoin mungkin akan tertarik dengan model hibrida ini. Ini menawarkan eksposur ke Bitcoin sekaligus mempertahankan manfaat properti yang sudah dikenal, seperti penghasilan.
Bagi investor muda yang paham teknologi, strategi Cardone menawarkan cara untuk mendapatkan eksposur ke properti dan aset digital. Struktur hibrida ini juga dapat menawarkan likuiditas pada aset properti yang biasanya tidak likuid.
Akibatnya, Cardone memposisikan perusahaannya untuk memenuhi permintaan yang meningkat terhadap kedua kelas aset dalam satu kendaraan investasi.
Namun, ada beberapa kekhawatiran tentang menggabungkan volatilitas Bitcoin dengan stabilitas properti.
Fluktuasi harga Bitcoin dapat mempengaruhi nilai perusahaan hibrida ini. Meski demikian, keberhasilan Cardone dalam usaha sebelumnya dapat meyakinkan investor tentang potensi model barunya.
Peta Jalan IPO dan Langkah Regulasi
Agar IPO properti berbasis Bitcoin ini dapat berjalan, perusahaan Cardone harus menyusun entitas korporasi yang sesuai regulasi dan menggabungkan kepemilikan Bitcoin serta properti.
Proses ini akan melibatkan pengajuan dokumen yang diperlukan ke regulator keuangan sebelum penawaran yang direncanakan pada 2026. Perusahaan juga akan melakukan roadshow dan kampanye pemasaran untuk menarik investor institusional dan ritel.
IPO Cardone bisa menjadi preseden baru dalam menggabungkan aset digital dengan investasi tradisional. Jika berhasil, ini dapat menciptakan model yang lebih terintegrasi untuk peluang investasi di masa depan di kedua industri.
Perusahaan bertujuan menjembatani kesenjangan antara properti dan Bitcoin, membuat kedua aset ini lebih mudah diakses oleh investor.
Rencana IPO ini merupakan langkah berani bagi Cardone, karena menggabungkan stabilitas properti dengan potensi pertumbuhan Bitcoin.
Seiring proses penawaran berlangsung, hal ini akan diawasi secara ketat oleh sektor properti dan cryptocurrency. Keberhasilan model ini dapat membuka jalan bagi usaha serupa di masa mendatang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Miliarder Grant Cardone Rencanakan IPO 2026 untuk Perusahaan Properti Berbasis Bitcoin
Grant Cardone merencanakan IPO 2026 untuk perusahaan properti berbasis Bitcoin, menggunakan pendapatan sewa untuk membeli Bitcoin dan mendiversifikasi aset.
Investor miliarder Grant Cardone telah mengumumkan rencana untuk membawa perusahaan properti berbasis Bitcoin-nya go public pada tahun 2026.
Perusahaan ini bertujuan menggabungkan investasi properti tradisional dengan kepemilikan Bitcoin, menciptakan model bisnis hibrida. Cardone berencana menggunakan pendapatan sewa dan depresiasi properti untuk membeli Bitcoin, meniru strategi yang digunakan oleh perusahaan seperti MicroStrategy.
Pendekatan ini menandai perusahaan pertamanya yang terdaftar secara publik dan menunjukkan kepercayaan dirinya terhadap pasar properti dan cryptocurrency.
Visi Cardone untuk IPO Properti Berbasis Bitcoin
Visi Grant Cardone untuk IPO properti berbasis Bitcoin dibangun atas penggunaan aset properti untuk mendanai pembelian Bitcoin.
Perusahaan berencana menghasilkan arus kas melalui pendapatan sewa dan depresiasi properti, menggunakannya untuk membeli Bitcoin secara rutin. Pada akhir 2026, tujuan Cardone adalah mengumpulkan 3.000 BTC, dengan rencana mencapai 10.000 BTC melalui beberapa dana.
Strategi Cardone menggabungkan properti dengan Bitcoin bertujuan mengurangi volatilitas, menyediakan arus kas yang stabil sambil mendiversifikasi ke aset digital.
Perusahaan ini telah mengamankan lebih dari 1.000 BTC di kasnya, menunjukkan komitmennya terhadap model hibrida.
Sumber pendapatan yang stabil dari properti ini akan mendukung pembelian Bitcoin, menciptakan struktur yang andal untuk bisnis tersebut.
Dengan menggunakan arus kas properti untuk mendukung investasi Bitcoin, Cardone berharap membuat Bitcoin lebih mudah diakses oleh investor tradisional.
Model ini juga membantu mengurangi sebagian volatilitas harga Bitcoin, menawarkan cara yang lebih stabil untuk mengakumulasi aset digital.
Pendekatan ini membedakan bisnis Cardone dari perusahaan lain, memadukan dua industri untuk menarik beragam investor.
Dampak Pasar dan Daya Tarik Investor
IPO properti berbasis Bitcoin ini dapat membuka jalur baru bagi investor properti dan cryptocurrency.
Investor properti tradisional yang berhati-hati terhadap Bitcoin mungkin akan tertarik dengan model hibrida ini. Ini menawarkan eksposur ke Bitcoin sekaligus mempertahankan manfaat properti yang sudah dikenal, seperti penghasilan.
Bagi investor muda yang paham teknologi, strategi Cardone menawarkan cara untuk mendapatkan eksposur ke properti dan aset digital. Struktur hibrida ini juga dapat menawarkan likuiditas pada aset properti yang biasanya tidak likuid.
Akibatnya, Cardone memposisikan perusahaannya untuk memenuhi permintaan yang meningkat terhadap kedua kelas aset dalam satu kendaraan investasi.
Namun, ada beberapa kekhawatiran tentang menggabungkan volatilitas Bitcoin dengan stabilitas properti.
Fluktuasi harga Bitcoin dapat mempengaruhi nilai perusahaan hibrida ini. Meski demikian, keberhasilan Cardone dalam usaha sebelumnya dapat meyakinkan investor tentang potensi model barunya.
Peta Jalan IPO dan Langkah Regulasi
Agar IPO properti berbasis Bitcoin ini dapat berjalan, perusahaan Cardone harus menyusun entitas korporasi yang sesuai regulasi dan menggabungkan kepemilikan Bitcoin serta properti.
Proses ini akan melibatkan pengajuan dokumen yang diperlukan ke regulator keuangan sebelum penawaran yang direncanakan pada 2026. Perusahaan juga akan melakukan roadshow dan kampanye pemasaran untuk menarik investor institusional dan ritel.
IPO Cardone bisa menjadi preseden baru dalam menggabungkan aset digital dengan investasi tradisional. Jika berhasil, ini dapat menciptakan model yang lebih terintegrasi untuk peluang investasi di masa depan di kedua industri.
Perusahaan bertujuan menjembatani kesenjangan antara properti dan Bitcoin, membuat kedua aset ini lebih mudah diakses oleh investor.
Rencana IPO ini merupakan langkah berani bagi Cardone, karena menggabungkan stabilitas properti dengan potensi pertumbuhan Bitcoin.
Seiring proses penawaran berlangsung, hal ini akan diawasi secara ketat oleh sektor properti dan cryptocurrency. Keberhasilan model ini dapat membuka jalan bagi usaha serupa di masa mendatang.