CEO CME: Derivatif berjangka kripto adalah bom waktu terjadwal, merusak stabilitas pasar keuangan AS

KALSHI-0,48%
HYPE-9,97%

加密永續期貨風險警告

CEO CME Group, Terry Duffy, pada 4 Juni menyebut futures kripto berkelanjutan (perpetual) sebagai “bom waktu”, seraya memperingatkan bahwa persetujuan CFTC atas produk semacam itu dapat mengganggu stabilitas pasar keuangan AS. CFTC telah menyetujui pada 29 Mei peluncuran batch pertama kontrak futures kripto berkelanjutan perpetual yang teregulasi di AS oleh Coinbase dan Kalshi.

Mekanisme persetujuan CFTC dan kritik Duffy

Dalam komentar publiknya, Duffy mengatakan bahwa CFTC telah menyederhanakan proses penelaahan yang rinci saat menyetujui perpetual futures, sehingga ia menilai proses persetujuan terlalu tergesa-gesa. Ia menyoroti bahwa perpetual futures tidak memiliki tanggal jatuh tempo, sehingga memungkinkan trader menahan posisi tanpa batas; leverage dapat mencapai 50x, dan hanya dengan fluktuasi harga sebesar 2% saja dapat menghapus hampir seluruh kerugian atas posisi; investor ritel biasanya bergantung pada sistem auto-liquidation, dan sering kali tidak memahami bagaimana funding rate secara terus-menerus menggerus posisi.

CFTC menegaskan bahwa setiap pengajuan perpetual futures akan ditinjau secara kasus per kasus; jika aset acuan termasuk kategori aset pertanian, logam mulia, atau saham, maka mungkin harus mematuhi penuh ketentuan Pasal 40.3. Ketua CFTC Michael Selig sebelumnya menyatakan bahwa lembaga tersebut akan memperkenalkan perpetual futures yang “sebenarnya” ke pasar domestik dalam beberapa minggu, sebelum aksi dilakukan oleh Kongres.

Penilaian analis atas dampak persaingan

Analis TD Cowen, Bill Katz, mengatakan bahwa isu inti yang menjadi perhatian pasar adalah “seberapa cepat pengajuan perpetual futures untuk kelas aset lain (saham dan komoditas) disetujui”. Analis Raymond James, Patrick O’Shaughnessy, menuturkan bahwa kontrak-kontrak ini “bukan dirancang untuk lindung nilai, melainkan untuk spekulasi para ritel”, sehingga sulit dipercaya bahwa mereka akan menggantikan likuiditas institusional yang sudah ada.

Analis RBC, Ashish Sabadra, berpandangan bahwa perbedaan struktural antara kontrak perpetual dan futures tradisional membuat risiko persaingan dapat dikendalikan. Duffy sendiri juga mengonfirmasi bahwa 85% hingga 90% volume transaksi CME berasal dari pelanggan institusional; permintaan pelanggan ini terhadap perpetual contracts sangat kecil, sehingga ancaman langsung terhadap bisnis CME sendiri terbatas.

Tanya Jawab

Apa perbedaan inti perpetual futures dan futures tradisional, dan mengapa CEO CME menilai risikonya lebih tinggi?

Kontrak futures tradisional memiliki tanggal jatuh tempo, sehingga investor harus menyelesaikan atau melakukan rolling sebelum jatuh tempo; perpetual futures tidak memiliki tanggal jatuh tempo, sehingga dapat ditahan tanpa batas, serta dijaga agar terpatok pada harga spot melalui mekanisme funding rate. Kekhawatiran utama Duffy adalah: leverage di atas 50x ditambah mekanisme auto-liquidation membuat risiko kerugian yang dihadapi trader ritel jauh lebih tinggi dibanding futures tradisional, sementara mayoritas trader ritel tidak sepenuhnya memahami efek penggerusan funding rate dalam jangka panjang.

Saham Cboe turun 9% dalam sehari, apa kekhawatiran utama investor?

Menurut laporan Reuters, logika inti penurunan saham bursa adalah: jika perpetual futures kripto lebih dulu disetujui, pengajuan perpetual futures untuk saham dan komoditas dapat menyusul. Begitu perpetual futures untuk kelas aset tradisional diluncurkan di platform AS yang teregulasi, hal itu akan langsung bersaing dengan bisnis derivatif yang sudah ada milik Cboe, CME, dan ICE.

Kontrak perpetual futures kripto yang sudah disetujui dan diluncurkan di dalam AS saat ini apa saja?

Berdasarkan informasi publik, pada 29 Mei 2026 CFTC menyetujui masing-masing peluncuran kontrak perpetual futures kripto oleh Coinbase dan Kalshi. Ini adalah batch pertama kontrak sejenis yang teregulasi di AS. Kedua platform telah mengumumkan spesifikasi kontrak mereka masing-masing (perpetual futures bitcoin Kalshi, BTCPERP, memiliki leverage maksimum 6,3x). Sebelumnya, platform lepas pantai seperti Binance, Bybit, dan Hyperliquid telah menawarkan produk serupa di luar AS.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar