Komite Pengembangan Ekonomi Dewan Perwakilan Brasil meloloskan RUU 4212/25 yang menetapkan pagar privasi untuk setiap CBDC bank sentral di masa depan, sementara laporan baru dari Bitfinex Securities dan Rain mengungkap meningkatnya tokenisasi dan infrastruktur stablecoin di Amerika Latin. RUU tersebut, yang diajukan oleh Anggota Parlemen Bia Kicis dan dimodifikasi oleh pelapor Lafayette de Andrada, melarang CBDC Brasil menggantikan uang kertas atau memungkinkan pengawasan. Bitfinex menyoroti peluang tokenisasi bagi perusahaan Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Januari, dan Rain melaporkan transaksi stablecoin senilai $1,5 triliun di kawasan tersebut dari 2022 hingga 2025. Perkembangan ini mencerminkan pendekatan ganda Amerika Latin terhadap aset digital: perlindungan regulasi terhadap campur tangan negara dan adopsi berbasis pasar atas instrumen berbasis dolar untuk mengatasi instabilitas mata uang.
Komite Pengembangan Ekonomi Dewan Perwakilan Brasil meloloskan RUU 4212/25 dalam versi yang direvisi. Anggota Parlemen Bia Kicis mengajukan RUU awal, dan pelapor Lafayette de Andrada memodifikasinya. Legislasi ini membatasi kewenangan Bank Sentral Brasil dan lembaga keuangan yang terkait dengan CBDC masa depan.
Undang-undang ini menetapkan tiga larangan inti: mata uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral tidak dapat menggantikan uang kertas, tidak dapat dipaksakan sebagai alat pembayaran yang sah, dan tidak dapat digunakan sebagai instrumen pengawasan politik atau ideologis. Pasal lima menyatakan badan pengatur harus memastikan "mata uang digital tidak mengakibatkan pengecualian finansial, dengan selalu menjamin alternatif yang dapat diakses oleh populasi tanpa akses ke media digital."
Bitfinex Securities merilis Laporan Inklusi Pasar Amerika Latin yang menyoroti peluang tokenisasi di Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Januari. Laporan itu menyebutkan tokenisasi dapat mendukung pasar saham tradisional seperti Bursa Efek Caracas dan membantu perusahaan mengakses pasar modal internasional.
Bursa Efek Caracas saat ini hanya memiliki partisipasi dari 40 perusahaan dengan volume perdagangan rendah. Jose Miguel Farias, konsultan penggalangan dana, menyatakan bahwa perusahaan yang menghimpun dana dalam jumlah besar dari $30 juta hingga $50 juta akan "bertujuan pada besaran yang merupakan bagian signifikan dari apa yang digerakkan pasar lokal dalam beberapa bulan."
Rain, sebuah perusahaan yang menyediakan infrastruktur untuk kartu kripto berbasis stablecoin, menerbitkan laporannya yang berjudul "State of Stablecoins in Latin America". Laporan itu menyatakan kawasan tersebut melakukan transaksi hampir $1,5 triliun antara 2022 dan 2025, dengan mayoritas arus dimediasi oleh stablecoin.
Laporan tersebut mengidentifikasi pendorong adopsi yang berasal dari keterbatasan ekonomi di kawasan ini. Pendorong utama mencakup instabilitas dan pelemahan tajam mata uang termasuk peso Argentina dan bolívar Venezuela, yang telah kehilangan sebagian besar nilainya dalam beberapa tahun terakhir. Rain menyatakan adopsi didorong oleh kemampuan stablecoin untuk menyelesaikan masalah konkret, dengan pengguna memperlakukannya sebagai proksi dolar.
Apa yang dilarang oleh RUU 4212/25 terkait CBDC potensial Brasil?
RUU 4212/25 menetapkan bahwa mata uang digital yang diterbitkan oleh Bank Sentral Brasil tidak dapat menggantikan uang kertas, tidak dapat dipaksakan sebagai alat pembayaran yang sah, dan tidak dapat digunakan sebagai instrumen pengawasan politik atau ideologis. Pasal lima mewajibkan badan pengatur untuk memastikan mata uang digital tidak mengakibatkan pengecualian finansial dan menjamin alternatif yang dapat diakses oleh populasi tanpa akses ke media digital.
Berapa modal yang perlu dihimpun perusahaan Venezuela menurut laporan Bitfinex?
Laporan Bitfinex Securities menyatakan perusahaan yang membutuhkan modal besar menargetkan penghimpunan dana dari $30 juta hingga $50 juta. Konsultan penggalangan dana Jose Miguel Farias mencatat bahwa jumlah ini merupakan bagian signifikan dari apa yang digerakkan Bursa Efek Caracas dalam beberapa bulan, mengingat bursa tersebut hanya memiliki partisipasi dari 40 perusahaan dengan volume perdagangan rendah.
Berapa volume transaksi yang dilaporkan Rain untuk stablecoin Amerika Latin?
Laporan "State of Stablecoins in Latin America" dari Rain menyatakan kawasan tersebut bertransaksi hampir $1,5 triliun antara 2022 dan 2025, dengan mayoritas arus dimediasi oleh stablecoin. Laporan tersebut mengidentifikasi instabilitas mata uang dan pelemahan tajam peso Argentina serta bolívar Venezuela sebagai pendorong adopsi utama, dengan stablecoin berfungsi sebagai proksi dolar untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang konkret.
Berita Terkait
Rain Melaporkan $1,5 Triliun dalam Transaksi Stablecoin Latam dari 2022 hingga 2025
Zimbabwe Melegalisasi Sektor Kripto di Bawah S.I. 99 Tahun 2026, Mewajibkan Pendaftaran VASP
Kongres Brasil Maju RUU 4212/25 untuk Membatasi Kewenangan CBDC
Senator Scott Mengaitkan CLARITY Act dengan Dominasi USD dan Cadangan Stablecoin
Brasil Mengajukan RUU 2946 untuk Membakukan Aturan Kripto Bank Sentral Menjadi Undang-Undang